Kamis, 22 September 2011

Kuliah Pun Perlu Strategi

Diposkan oleh ainahafizah di 18.25 0 komentar
Semester baru, jadwal baru, strategi baru, begitulah perkuliahan. Kali ini aku ingin membahas tentang strategi kuliah, yaitu tentang target IP, jumlah SKS yang diambil, dan mata kuliah apa saja yang diambil.
Menurutku secara pribadi, kuliah itu perlu strategi, tidak bisa asal ambil mata kuliah atau jumlah SKS karena akan berimbas pada IP. Setiap strategi yang dipilih memiliki konsekuensi masing-masing dan konsekuensi tersebut mau tidak mau harus ditanggung apabila gagal melaksanakan perkuliahan dengan baik.

Sebby dan Ime

Diposkan oleh ainahafizah di 00.29 0 komentar
Akhir-akhir ini aku jarang membuat kerajinan tangan lantaran kesibukan baru, yaitu mengurus dua hamster mungil yang seperti bola ini! Perkenalkan, nama si jantan putih hitam adalah Sebastian Penchova dan nama si betina cokelat adalah Imena Amamiya. Biasanya aku memanggil mereka dengan nama Sebby dan Ime.
Sebby dan Ime adalah pemberian kakakku dan istrinya. Mereka berdua datang ke rumah dengan membawa hamster, kandangnya, lengkap dengan kebutuhan si hamster itu sendiri, seperti batu-batu kecil, pasir mandi, serta makanannya. Awalnya aku ngeri juga untuk memegang hamster-hamster mungil itu karena katanya mereka menggigit, tapi jika melihat wajah kakak iparku yang santai-santai saja saat digigit, akhirnya aku nekat untuk ikut memegang.  Memang, pertama kali memegang aku tidak digigit, tapi besoknya saat membersihkan kandang, baru aku digigit. Gigitan hamster sebenarnya tidak sakit, walaupun kadang berdarah, hanya saja aku kadang geli sendiri untuk memegang hamster.

Selasa, 20 September 2011

Aku Mendengarmu

Diposkan oleh ainahafizah di 05.08 0 komentar
Aku bosan pada mereka
Mereka yang lantang, menantang
Aku lelah dengar mereka
Irama mereka sumbang penuh dusta
Aku muak lihat mereka
Sutera mereka kasar penuh dengki

Aku ingin mendengarmu
Lewat angin yang berbisik
Bukan, bukan sesumbarmu yang kuharap
Aku ingin kau bicara
Lewat detak jantung yang berlomba
Aku ingin kau katakan rahasia
Lewat mata yang tak punya kata

Senin, 19 September 2011

Hiasan Flannel untuk Penghalang Pintu

Diposkan oleh ainahafizah di 17.55 0 komentar
Penghalang pintu adalah benda yang fungsinya menghalangi pintu agar tidak tertutup karena dorongan angin sehingga pintu tetap terbuka. Kebetulan, di rumahku memang menggunakan penghalang pintu agar pantulan sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah sehingga rumah menjadi lebih terang. Kali ini aku iseng membuat hiasan untuk penghalang pintu dari perpaduan kertas dan flannel.
Awalnya penghalang pintu yang berbentuk persegi panjang dan berbahan kayu ulin ini memang hanya dibungkus dengan kertas karton biasa. Aku juga sempat membungkusnya dengan kertas kado. Orang tuaku sempat geleng-geleng kepala karena sering terjadi salah sangka oleh para tamu yang berkunjung ke rumah. Mereka mengira penghalang pintu itu adalah kado sehingga meletakkannya di atas meja, selain itu anak-anak juga sering penasaran untuk membuka isinya, dan itu sering terjadi. Padahal itu hanya potongan kayu ulin yang dibungkus dengan kertas kado. Hehehe…

Sabtu, 17 September 2011

Sejenak Tentangnya : Pintu

Diposkan oleh ainahafizah di 08.07 0 komentar
Ia dan mereka tinggal di rumah yang sama. Rumah besar dengan ribuan pintu. Pintu berbagai warna, menyimpan rasa, membalut misteri.
Mereka berdiri di sana, di depan sebuah pintu hitam. Pintu yang menjanjikan kebahagiaan semu, perlahan membutakan hati, menguncinya dalam hasrat keliru. Ia diam. Tangan-tangan mereka terulur, menariknya dalam aliran yang bukan jalannya. Ia menepis, mencoba bertahan dari tatap penuh cerca.
Ia bangkit, tapi bukan untuk sang pintu hitam. Pintu itu tersenyum sinis padanya. Tapi ia bukan mereka. Mereka yang tunduk pada sang pintu.  Mereka yang bertameng kertas-kertas putih yang berdusta. Mereka yang terbelenggu kilau palsu. Ia bangkit untuk pintu yang lain. Bukan, bukan pintu putih tujuannya. Pintu merah.
Jemari putihnya menyusuri ukiran sang pintu merah. Menghirup aroma panas yang membakar dadanya. Ia ingat. Ia dapat merasakan denyut jantungnya yang kembali liar. Menayangkan ulang rasa yang dipermainkan. Ia jatuh pada pintu ini. Namun, ia tak punya kunci.
Ia berjalan di lorong gelap, meraba sebuah pintu. Pintu yang tak ia tahu warnanya, aromanya. Pintu yang memberikannya alasan bertahan. Iramanya berbeda, namun debaran di dadanya kembali.
 

Aina's Room Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea