Selasa, 29 Maret 2011

Menghadiahi Diri Sendiri

Diposting oleh ainahafizah di 01.51
Kebetulan kuliahku hari ini hanya sebentar, karena perkuliahan untuk mata kuliah yang lain ditunda. Sebenarnya aku tidak suka ada penundaan perkuliahan, karena biasanya perkuliahan akan menumpuk di hari sabtu dari pagi hingga sore. Tapi, mau bagaimana lagi, dosen sibuk.
Sebelum pulang, aku mampir sebentar ke perpustakaan fakultas untuk mengembalikan buku-buku yang kupinjam. Setelah proses pengembalian selesai, aku iseng mencari bahan bacaan. Aku berdiri di depak rak buku pertama. Mencoba membaca judul setiap buku-buku tebal yang tersedia di rak tersebut. Sesekali, tanganku mengambil sebuah buku, membolak-balik halaman daftar isi, mencari beberapa nama penyakit, namun akhirnya mengembalikan buku itu ke tempat semula. Hingga akhirnya mataku membaca sebuah judul buku. Aku meraih buku tersebut kemudian mencari tempat duduk, lalu membaca isinya.
Aku lupa judul buku tersebut, tapi kalau tidak salah inti judulnya adalah “Berpikir seperti pikiran seorang pemenang”. Sayangnya, aku juga lupa nama penulis buku tersebut. Sebuah buku motivasi. Aku duduk manis lalu membaca beberapa sub judul di buku tersebut. Jika ada yang bertanya mengapa aku tidak meminjam buku tersebut untuk dibawa pulang, maka jawabannya adalah karena buku tersebut berlabel merah yang artinya tidak boleh dipinjam untuk dibawa pulang. Jadi, aku hanya bisa membaca buku tersebut di perpustakaan itu. Taka pa, toh aku hanya ingin membaca sejenak. Sebelum berkutat dengan bahan-bahan kuliah, tidak ada salahnya membaca sebuah tulisan motivasi, bukan?
Salah satu subjudul yang kubaca adalah “Don’t forget to pay yourself”. Aku mengernyitkan dahiku waktu membaca judul ini. Bukan, bukan karena aku kontra dengan subjudul ini, hanya saja aku memberi nama yang berbeda untuk itu. Aku lebih suka memakai kalimat “menghadiahi diri sendiri”. Di buku tersebut dijelaskan bahwa perlu sejenak untuk memberikan diri liburan atau hadiah atas kerja keras yang telah dilakukan. Intinya adalah memberikan kebebasan agar diri bebas istirahat dari rutinitas sehari-hari. Istilah “membayar” di sini bukan hanya terbatas pada uang, tapi juga waktu dan istirahat yang diberikan untuk diri sendiri. Aku setuju dengan hal tersebut. Hanya saja aku lebih suka menyebutnya sebagai “menghadiahi diri sendiri”.
Aku punya sebuah prinsip bodoh, yaitu “Hadiahilah dirimu sendiri karena orang lain tidak akan memberikan hal yang kamu inginkan padamu”. Terdengar sangat aneh dan bodoh? Memang! Hey, aku hanya berpikir sedikit realistis. Kalau aku menginginkan sesuatu lalu berharap orang lain akan membelikan atau memberikanku hal itu, apakah bisa diharapkan? Mungkin, tapi perlu waktu yang lama dengan alasan yang segudang. Kalau hal yang kuinginkan tersebut mampu kuraih, mengapa tak kucoba meraihnya sendiri. Setidaknya, hal ini bisa mengurangi rasa ketergantunganku dengan orang lain.
Bagiku, menghadiahi diri sendiri atas sebuah pencapaian atau peristiwa tertentu adalah hal yang wajar. Jika terlalu berharap pada orang lain, maka ada kemungkinan akan merasa kecewa karena hal yang diberikan oleh orang lain tersebut kurang memuaskan atau berada di bawah standar yang telah diri sendiri tetapkan.
Aku pernah merenung, apa yang aku inginkan dari orang lain belum tentu sesuai dengan harapanku. Memang pada prinsipnya, manusia itu jikalau memberi sesuatu yang seminimal mungkin, namun di sisi lain ingin menerima sesuatu semaksimal mungkin. Contohnya, memberi orang lain kado yang murah dengan harapan orang yang diberi tersebut akan membalas dengan cara memberikan kado yang mahal. Seperti prinsip ekonomi ya? Mungkin saja hal seperti itu terjadi. Tapi sedikit mustahil bila terjadi terus menerus. Itu sih pelit namanya.
Aku berpikir, apa yang aku inginkan adalah aku sendiri yang mengetahuinya. Seberapa besar keinginanku untuk memiliki atau meraih hal tersebut, akulah yang mengetahuinya. Jadi, tidak ada salahnya menghadiahi diri sendiri. Dan setiap orang punya cara masing-masing untuk menghadiahi diri sendiri.
Jadi, sesekali, hadiahilah diri sendiri! Tidak akan rugi kok! ^o^

0 komentar:

Posting Komentar

 

Aina's Room Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea