Aku suka sekali dengan warna kuning dan kali ini aku iseng membuat hiasan flannel berwarna kuning dengan bentuk tiara. Membuatnya sangat mudah, hanya perlu menggunting kain flannel sesuai pola yang diinginkan kemudian menambahkan beberapa hiasan di atasnya dengan cara mengelemnya. Setelah hiasan ditempel, maka antara flannel depan dan flannel belakang bisa dijahit dan diisi dengan dakron. Maka, jadilah hiasan flannel berbentuk tiara. Karena aku dari awal memang iseng, maka hiasan flannelku ini kujadikan hiasan rambut. Hehehe…^^
About Me
Total Tayangan Halaman
Entri Populer
-
My second craft project today, glasses pouchs from cotton fabric for my mom. Hehe… ^_^ Alright, this morning, when I sew the baby bibs f...
-
Ada mini cupcake fresh from the oven di Imero Hemo! Hehehe… ^_^ Kali ini ada beberapa mini cupcake di Imero Hemo dengan berbagai rasa...
-
Doodle is addictive! ^o^ Hahaha, that’s what I feel about doodles. So, after I did my first doodle yesterday, today I do a new one. But,...
-
Aku pernah tanpa sengaja menghadiri sebuah pelatihan. Mengapa kukatakan “tanpa sengaja” ? jawabannya adalah karena salah seorang temanku den...
-
Oh, I confused what should I give to my friend for her wedding party! Pillow? I don’t have enought dacron. Blanket? I don’t have much fab...
-
Pagi! Pagi-pagi walaupun hari libur dan cuaca yang dingin akibat hujan, tapi tetap saja harus semangat! ^o^ Kali ini Imero Hemo membua...
-
Look at my mini bunnies doll. Aren’t they cute? Hehehe… ^_^ Yes, since long time ago I want make this kind of felt doll, but I didn’t ...
-
Hello, happy Monday everyone!!! ^o^ Long time I don’t make a tutorial and because I’m happy today (Today is Nisfu Sa’ban and it means ...
-
Doodling is so much fun!!! ^o^ Alright, lately I’m interested with doodles and want to try it. So, today I do it, doodling. Oh God, it...
-
Hey wake up, wake up!!! Its 07.15 am now!!! Eventhough today is Saturday and still fasting month (when almost people feel asleep in the mo...
Sabtu, 12 November 2011
Flannel : Stroberi
Aku sudah jenuh dengan berbagai kegiatanku akhir-akhir ini. Jadi, kuputuskan untuk sedikit berkreasi dengan flannel. Kali ini aku iseng membuat hiasan flannel berbentuk stroberi. Sama halnya dengan cara membuat hiasan flannel lainnya, kain flannel hanya perlu digunting lalu dijahit atau dilem kemudian diisi dengan dakron atau bola-bola busa.
Stroberi yang kubuat kali ini berwarna merah dan merah muda. Untuk daun, aku sengaja menggunting flannel berwarna hijau sesuai pola yang kuinginkan lalu kujahitkan benang berwarna hijau tua (lebih tua dari warna kain flannel) sebagai guratan di daun. Selain itu, aku juga menambahkan sedikit guntingan flannel warna cokelat muda sebagai hiasan ranting-ranting kecil. Mungkin, buah stroberi yang sebenarnya tidak seperti ini, ini hanyalah sebatas kreasi. Hehehe…^^
Categories
Craft Felt
Selasa, 01 November 2011
Pelindung HP dari Flannel
Kali ini aku tertantang untuk membuat sebuah pelindung hp yang terbuat dari flannel. Temanya kue dengan warna dominan pink. Dengan modal nekat, alias proses pembuatannya di tengah-tengah musim ujian, dan modal kreativitas seadanya, maka inilah hasilnya. Sebuah pelindung hp dari flannel buatan tangan.
Prinsip pembuatannya sederhana, yaitu dengan menyembunyikan sebanyak mungkin benang-benang ujung jahitan di dalam maupun di balik jahitan yang bagus dan rapi. Untuk bagian depannya, aku menempelkan flannel berwarna pink Fanta secara menyilang. Kemudian menjahit renda untuk menindih sambungan antara flannel bagian depan dengan kain flannel yang memiliki perekat pada ujungnya. Tak lupa, pada ujung lainnya kujahit pasangan perekat tersebut. Setelahnya, aku menghias bagian atas menggunakan kain flannel warna-warni dengan berbagai bentuk.
Categories
Craft Felt
Senin, 31 Oktober 2011
Aku yang Ingin Tersesat
Aku berpikir sebagai seorang idiot. Mereka tak akan mendengar. Tak juga mau melihat. Mereka terlalu nyaman duduk di singgasana berlapis sutera. Mereka tidak kuat, hanya tua. Bersembunyi di balik tirai etika. Tirai yang tak tertembus cahaya. Karena mereka adalah cahaya itu sendiri.
Aku tertawa sebagai seorang yang gila. Mereka paksa aku bicara ketika mulutku mereka bungkam. Aku diam dan mereka katakan dusta. Aku hanya punya insting, bukan seorang naïf yang bisa mereka kendalikan.
Aku merintih sebagai seorang tahanan. Mereka ikat aku dengan rantai yang menghisap nyawaku. Rantai yang memakan jiwaku perlahan pada setiap lukaku. Senyum sinis menggantung di bibir mereka. Mereka tuli namun mendengar jeritku.
Aku menutup mata, bermimpi mersakan angin sebagai seorang pelaut, bermimpi meraih awan sebagai seorang pilot, bermimpi melihat dunia sebagai seorang pelancong.
Aku ingin tersesat.
Categories
Prosa
Selasa, 18 Oktober 2011
Dua Pion Putih
“Kenapa?”
Dia tersenyum. “Menurutmu, kenapa sesuatu disebut tidak normal?”, tanyanya balik.
Alis cokelat merahku tertaut. “Aku yang bertanya lebih dulu. Baiklah, karena sesuatu itu berbeda dari yang lain. Begitu?”, aku bersandar di sofa merah di belakangku.
“Kau dan aku berbeda. Siapa yang tidak normal di antara kita?”, ia menyeringai.
Aku merengut. “Jika aku sama seperti kebanyakan orang, maka kau yang tidak normal”, aku balik menyeringai.
Jemari putih panjangnya berhenti memainkan sendok kopinya. Mata hijaunya menatapku.
“Apa yang kau lakukan?”, tanyaku ketika ia meletakkan pion-pion catur di meja yang membatasi kami.
Ia tersenyum padaku setelah meletakkan pion terakhir. “Menurutmu, apa ada yang aneh?”
Aku memandang susunan pion catur dihadapannya. Satu pion hitam terapit pion-pion putih. “Pion hitam?”, kataku sangsi.
Categories
Flash Fiction
Kamis, 22 September 2011
Kuliah Pun Perlu Strategi
Semester baru, jadwal baru, strategi baru, begitulah perkuliahan. Kali ini aku ingin membahas tentang strategi kuliah, yaitu tentang target IP, jumlah SKS yang diambil, dan mata kuliah apa saja yang diambil.
Menurutku secara pribadi, kuliah itu perlu strategi, tidak bisa asal ambil mata kuliah atau jumlah SKS karena akan berimbas pada IP. Setiap strategi yang dipilih memiliki konsekuensi masing-masing dan konsekuensi tersebut mau tidak mau harus ditanggung apabila gagal melaksanakan perkuliahan dengan baik.
Categories
Opini
Sebby dan Ime
Akhir-akhir ini aku jarang membuat kerajinan tangan lantaran kesibukan baru, yaitu mengurus dua hamster mungil yang seperti bola ini! Perkenalkan, nama si jantan putih hitam adalah Sebastian Penchova dan nama si betina cokelat adalah Imena Amamiya. Biasanya aku memanggil mereka dengan nama Sebby dan Ime.
Sebby dan Ime adalah pemberian kakakku dan istrinya. Mereka berdua datang ke rumah dengan membawa hamster, kandangnya, lengkap dengan kebutuhan si hamster itu sendiri, seperti batu-batu kecil, pasir mandi, serta makanannya. Awalnya aku ngeri juga untuk memegang hamster-hamster mungil itu karena katanya mereka menggigit, tapi jika melihat wajah kakak iparku yang santai-santai saja saat digigit, akhirnya aku nekat untuk ikut memegang. Memang, pertama kali memegang aku tidak digigit, tapi besoknya saat membersihkan kandang, baru aku digigit. Gigitan hamster sebenarnya tidak sakit, walaupun kadang berdarah, hanya saja aku kadang geli sendiri untuk memegang hamster.
Categories
Hamster
Selasa, 20 September 2011
Aku Mendengarmu
Aku bosan pada mereka
Mereka yang lantang, menantang
Aku lelah dengar mereka
Irama mereka sumbang penuh dusta
Aku muak lihat mereka
Sutera mereka kasar penuh dengki
Aku ingin mendengarmu
Lewat angin yang berbisik
Bukan, bukan sesumbarmu yang kuharap
Aku ingin kau bicara
Lewat detak jantung yang berlomba
Aku ingin kau katakan rahasia
Lewat mata yang tak punya kata
Categories
Puisi
Senin, 19 September 2011
Hiasan Flannel untuk Penghalang Pintu
Penghalang pintu adalah benda yang fungsinya menghalangi pintu agar tidak tertutup karena dorongan angin sehingga pintu tetap terbuka. Kebetulan, di rumahku memang menggunakan penghalang pintu agar pantulan sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah sehingga rumah menjadi lebih terang. Kali ini aku iseng membuat hiasan untuk penghalang pintu dari perpaduan kertas dan flannel.
Awalnya penghalang pintu yang berbentuk persegi panjang dan berbahan kayu ulin ini memang hanya dibungkus dengan kertas karton biasa. Aku juga sempat membungkusnya dengan kertas kado. Orang tuaku sempat geleng-geleng kepala karena sering terjadi salah sangka oleh para tamu yang berkunjung ke rumah. Mereka mengira penghalang pintu itu adalah kado sehingga meletakkannya di atas meja, selain itu anak-anak juga sering penasaran untuk membuka isinya, dan itu sering terjadi. Padahal itu hanya potongan kayu ulin yang dibungkus dengan kertas kado. Hehehe…
Categories
Craft Felt,
Tutorial
Langganan:
Postingan (Atom)











